Obat Pelangsing Tubuh yang Populer di Pasaran

Obat Pelangsing Tubuh yang Populer di Pasaran

Obat Pelangsing Tubuh yang Populer di Pasaran

Obat pelangsing merupakan produk yang tidak asing di masyarakat. Produk ini memang sangat populer dari masa ke masa karena banyaknya orang yang sangat menginginkan bentuk tubuh ideal. Berikut beberapa obat dan suplemen makan yang secara umum dikenal dan dikonsumsi di Indonesia:

  1. Ekstrak Garcinia Cambogia

Tumbuhan yang banyak tumbuh di Indonesia, India, dan Myanmar ini mulai dipromosikan pada tahun 2012 di acara Dr. Oz. Buah berwarna hijau dan kuning ini pada kulitnya kaya akan kandungan hydroxycitric acid (HCA). Senyawa ini dapat menghambat kerja enzim yang merubah gula menjadi lemak.

Ekstrak Garcinia Cambogia inilah yang kemudian dijadikan pil pelangsing tubuh yang banyak beredar di pasaran. Namun, beberapa hasil penelitian menunjukkan efektivitas kerja ekstra gercinia cambogia ini ternyata tidak terlalu signifikan ketika dikonsumsi.

Kesimpulan terhadap 12 hasil penelitian pada garcia cambogia menunjukkan bahwa ekstrak buah ini dapat menurunkan berat badan sekitar 0,8 kg ketika digunakan selama beberapa minggu. Hasil penelitian belum menemukan adanya efek samping serius dari penggunaan obat pelangsing berbahan garcia cambogia ini.

  1. Hydroxycut

Senyawa hydroxycut merupakan salah satu suplemen penurun berat tubuh yang cukup terkenal di dunia. Produk pelangsing ini dikemas dalam beberapa varians, namun yang paling umum disebut hydroxycut.

Terdiri dari campuran beberapa bahan, produk ini disebut mampu menurunkan berat badan hingga 9,5 kg dengan pemakaian selama 3 bulan. Walaupun begitu efektivitasnya berbeda-beda pada masing-masing orang karena berbagai faktor.

Kandungan utama senyawa hydroxycut terbuat dari kafein dan ekstrak tumbuh-tumbuhan. Pada orang dengan riwayat sensitif terhadap kafein, beberapa efek samping mungkin akan timbul pada saat mengkonsumsi seperti gelisah, tremor, mual, diare dan mudah tersinggung.

  1. Kafein

Kafein merupakan zat psikoaktif yang terbanyak digunakan di dunia. Zat kafein dapat ditemukan secara alami dalam kopi, teh hijau, dark coklat, serta beberapa minuman olahan dengan kandungan kafein.

Kafein juga dikenal sebagai metabolism booster yang dapat meningkatkan fungsi metabolisme tubuh dengan aman. Dengan alasan ini kafein banyak ditambahkan pada suplemen penurun berat tubuh. Meskipun demikian, mengonsumsi kafein tidak harus selalu diperoleh dari pil dan suplemen, sumber alami kafein pada kopi dan teh merupakan pilihan sehat dan aman untuk mendapatkannya. Antioksidan yang kita peroleh dari mengkonsumsi the juga terbukti baik untuk kesehatan.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan metabolisme tubuh sebanyak 3-11% serta meningkatkan pembakaran lemak sampai 29%.

Efek samping penggunaan kafein sebagai suplemen penurun berat tubuh pada umumnya tidak menimbulkan efek samping yang terlalu serius. Beberapa kasus dijumpai efek ringan seperti gelisah, insomnia, mual, mulas mungkin muncul. Dampak lain dari penggunaan kafein bersifat adiktif dan dapat mengurangi kualitas tidur.

  1. Orlistat

Orlistat merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan berat tubuh. Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim yang bertugas sebagai pemecah lemak di usus sehingga lemak tidak dapat terserap dengan baik dan langsung dikeluarkan bersama kotoran.

Orlistat yang dijual bebas tanpa resep dokter dikenal dengan merek Alli, sementara obat dengan resep dokter dengan kandungan orlistat dikenal dengan nama Xenical.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orlistat dapat menurunkan berat badan sekitar 2,7 kg. Obat penurun berat tubuh ini juga terbukti dapat mengurangi tekanan darah dan mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 37%.

Selain manfaatnya seperti umumnya obat kimia, beberapa efek samping juga bisa mencul terutama pada saluran pencernaan, seperti tinja lembek dan berminyak, perut kembung, dan BAB sulit dikendalikan. Karena menghambat penyerapan lemak di usus, beberapa vitamin yang larut dalam lemak seperti vitami A, D, E dan K juga tidak mampu diserap dan didapatkan oleh tubuh.

  1. Raspberry Ketone

Raspberry ketone merupakan substansi kimia yang dikandung oleh buah raspberry. Senyawa fenolik alami ini merupakan zat utama yang memberi aroma khas pada buah raspberry merah. Selain digunakan sebagai salah satu bahan perasa alami, hasil penelitian menunjukkan bahwa respberry ketone mampu mencegah lemak terinduksi dan meningkatkan hormon adiponectin yang mengakibatkan penurunan berat tubuh.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, versi sintetis dari raspberry ketone kini diolah menjadi suplemen pelangsing tubuh yang sudah beredar di pasaran. Pada umumnya penggunaan zat ini akan menimbulkan efek samping berupa sendawa yang berbau seperti buah raspberry.

  1. Ekstrak Biji Buah Kopi Hijau

Biji kopi yang masih hijau dan belum dioven mengandung banyak kandungan zat alami seperti kafein dan asam klorogenik. Kedua zat ini diyakini mampu menurunkan berat tubuh. Kafein seperti yang sudah dibahas pada paragraf sebelumnya, dapat meningkatkan metabolisme dan asam klorogenik diketahui dapat memperlambat pemecahan karbohidrat di usus.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi hijau dapat membantu menurunkan berat tubuh sampai 2,5 kg selama 6 minggu penggunaan. Selain itu, ekstrak biji kopi hijau juga kaya antioksidan yang membantu menurunkan kadar gula darah serta mengurangi tekanan darah.

Penggunaan ekstrak biji kopi hijau pada umumnya menyebabkan efek samping seperti gelisah, tremor, mual seperti umumnya ketika menggunakan kafein. Kasus diare juga dijumpai pada mereka yang alergi terhadap asam klorogenik.

  1. Glucomannan

Glucomannan merupakan salah satu jenis serat makan yang dikandung umbi akar tanaman konjac (banyak tumbuh di asia selatan dan tenggara, terutama Cina dan Jepang). Bahan herbal ini bekerja dengan cara menyerap air kemudian merubahnya menjadi gel. Mekanisme penyerapan air ini juga akan terjadi ketika glucomannan berada dalam saluran pencernaan sehingga akan memberikan rasa kenyang lebih lama dan membuat seseorang lebih jarang makan.

Dari segi efektivitasnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan glukomannan yang dikombinasi dengan diet sehat dapat membantu menurunkan berat tubuh 3,6 sampai 4,5 kg dalam 5 minggu. Selain itu, glucomannan merupakan jenis serat makan yang ramah dengan bakteri usus sehingga aman bagi pencernaan. Beberapa khasiat lain yang bisa diperoleh dari bahan herbal ini yaitu dapat menurunkan kadar gula darah dan kolesterol serta efektif mengatasi sembelit.

Terdapat beberapa efek samping dari penggunaan obat yang terbuat dari bahan ini seperti kembung, tinja encer, dan dapat mengurangi efek obat jika dikonsumsi bersamaan.

  1. Meratrim

Meratrim tergolong masih baru dalam dunia produk pelangsing tubuh. Obat ini merupakan kombinasi dari dua ekstrak tumbuhan yaitu  Sphaeranthus indicus dan Garcinia mangostana (manggis). Cara kerja obat ini dengan membuat lemak lebih sulit diserap tubuh, mengurangi jumlah lemak yang dapat diserap dari aliran darah, serta membantu membakar timbunan lemak.

Sampai saat ini baru dilakukan satu penelitian terhadap penggunaan meratrim. Hasil penelitian yang melibatkan 100 orang gemuk diperoleh hasil bahwa obat pelangsing meratrim dapat menurunkan 5,2 kg berat badan pada penggunaan selama 8 minggu. Obat ini dinilai juga dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan seperti menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan trigliserida. Belum ada laporan adanya efek samping dari mengkonsumsi obat ini.

  1. Ekstrak Teh Hijau

Bahan herbal ini merupakan suplemen paling lama dan paling dikenal sebagai suplemen pelangsing tubuh. Berbagai hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kandungan antioksidan pada teh hijau, berupa epigallocatechin gallate (EGCG), terbukti dapat membantu membakar lemak. Hal ini karena ekstrak teh hijau dapat meningkatkan aktivitas norephineprin, hormon yang membantu membakar lemak.

Efektivitas teh hijau sebagai obat pelangsing badan sudah cukup diakui. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa the hijau dapat meningkatkan pembakaran lemak dan mengurangi lemak (terutama di daerah perut). Selain itu teh hijau juga mengandung kafein yang bisa menambah kemampuannya membakar lemak. Namun, kandungan zat kafein inilah yang dapat menyebabkan timbulnya beberapa efek samping bagi orang yang sensitif kafein.

  1. Asam Linoleat Terkonjugasi

Asam linoleat terkonjugasi merupakan jenis lemak trans yang terdapat pada makanan seperti keju dan mentega. Beberapa hasil penelitian menunjukkan asam ini dapat mengurangi lemak tubuh dan meningkatkan masa otot. Oleh sebab itulah versi sintesis dari asam linoleat terkonjugasi ini kemudian digunakan sebagai suplemen pelangsing badan.

Asam linoleat terkonjugasi menghasilkan efek dapat mengurangi nafsu makan, meningkatkan metabolisme, serta merangsang pemecahan lemak tubuh. Dari segi efektifitasnya sebagai pelangsing badan, hasil penelitian menunjukkan penurunan berat badan sekitar 0,1 kg per minggu pada penggunaan selama 6 minggu.

Efek samping penggunaan asam ini terjadi pada pencernaan. Penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek berbahaya karena meningkatkan potensi penyakit hati berlemak, resistensi insulin dan meningkatkan peradangan.

  1. Forskolin

Forskolin merupakan senyawa kimia yang terdapat pada tanaman Plectranthus barbatus yang diketahui memiliki khasiat dapat menurunkan berat tubuh. Forskolin ini diketahui dapat meningkatkan kadar senyawa cAMP dalam sel yang dapat menstimulasi pembakaran lemak.

Sebuah penelitian terhadap 30 orang pria dengan kelebihan berat badan, diperoleh hasil bahwa forskolin dapat mengurangi lemak tubuh dan meningkatkan massa otot meskipun tidak berpengaruh terhadap berat badan. Akan tetapi penelitian lain terhadap 23 wanita dengan kelebihan berat badan, penggunaan dari obat ini tidak menunjukan efek yang signifikan.

  1. Jeruk Pahit/ Synephrine

Synephrine merupakan senyawa yang terdapat pada buah jeruk pahit. Zat ini diklaim mampu menurunkan berat tubuh. Zat yang mirip kandungannya dengan efedrin ini merupakan bahan yang cukup populer dalam industri obat penurun berat badan.

Mekanisme kerja syenephrine hampir mirip dengan efedrin dengan efek yang lebih ringan, yaitu mampu mengurangi nafsu makan dan meningkatkan pembakaran lemak. Meskipun lebih ringan dari efedrin, perlu menjadi perhatian bahwa efedrin merupakan obat yang tidak disetujui oleh FDA sebagai obat pelangsing disebabkan efek sampingnya yang berbahaya.

Masih sangat sedikit penelitian tentang efektivitas dari penggunaan synephrine ini. Berbeda dengan efedrin yang memang terbukti dapat menurunkan berat badan yang signifikan dalam jangka pendek. Seperti halnya efedrin, synephrine kemungkinan memiliki efek samping berbahaya yang berhubungan dengan jantung. Selain itu, penggunaan dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan kecanduan.

Obat Pelangsing Tubuh Dengan Resep Dokter

Selain obat-obatan di atas, terdapat beberapa obat yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Obat pelangsing tubuh ini diantaranya:

  • lorcaserin (Belviq)
  • naltrexone dan bupropion (Contrave)
  • phentermine dan topiramate (Qsyma)

Akan tetapi hasil penelitian pada tahun 2014 menunjukkan, bahkan obat yang diresepkan tersebut juga menghasilkan efektifitas yang rendah. Efeknya penurunan berat tubuh ketika mengkonsumsi hanya sekitar 3-9% dari berat tubuh.

Yang perlu diingat bahwa produk pelangsing ini umumnya hanya membantu proses penurunan berat tubuh. Pola hidup sehat, seperti sedikit mengkonsumsi karbohidrat dan memperbanyak protein serta olahraga yang teratur dinilai bisa memberikan hasil yang lebih optimal. Selain itu, hanya gunakan herbal pelangsing aman bersertifikat BPOM saja. Dengan keberadaan sertifikat ini paling tidak risiko penggunaan produk pelangsing dengan kandungan berbahaya bisa Anda hindari.

Artikel terkait: Berat Tubuh Ideal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *